KEMAJUAN SELEKSI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR-DASAR PEMULIAAN TANAMAN

 

ACARA VII

KEMAJUAN SELEKSI

 

 

 

 

Semester :

Genap 2007/2008

 

Oleh :

NAMA                        : Fuad Nur
Azis

NIM                            :
A1F006010

ROMBONGAN         : III

 

 

 

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN
NASIONAL

UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS PERANIAN

LABORATORIUM PEMULIAAN
TANAMAN

PURWOKERTO

2008

 

 

ACARA VI. DESKRIPSI VARIETAS

 

Tanggal Praktikum                             : 15 Mei 2008

Nama                                                :
Fuad Nur Azis

NIM                                                 :
A1F006010

Nama Partner                                    : Aa Komara G              (A1F006005)

                                                           Ari R                            (A1F006011)

                                                            Kartika
Handayani        (A1F006017)

                                                            Erifah                           (A1F006019)

                                                            Gayuh                          (A1F006027)

Rombongan                                       :
III

Asisten                                              :
Nur Istiqomah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I. PENDAHULUAN

 

A      
Latar Belakang

Ilmu pemuliaan tanaman dapat
diartikan sebagai suatu seni dan ilmu yang mempelajari adanya pertukaran dan
perbaikan karakter tanaman yang diwariskan pada suatu populasi baru dengan
sifat genetik yang baru.  Seni dan pengetahuan yang mendukung dilakukannya
perbaikan suatu karakter tanaman melalui program pemuliaan tanaman meliputi dua
tahapan, yaitu tahapan evolusioner, yang bertujuan untuk terbentuknya atau
bentambahnya keragaman genetik, dan tahapan evaluasi, dimana seleksi dilakukan
terhadap genotipa-genotipa yang diinginkan dari beberapa populasi yang
dimiliki.

Secara konvensional program
pemuliaan tanaman, seleksi didasarkan atas pemilihan tanaman oleh pemulia
tanaman untuk satu atau beberapa penampakan (fenotipe) dari karakter yang
menjadi target perbaikan, baik secara individu maupun populasi tanaman. 
Karakter-karakter yang umumnya merupakan target seleksi anra lain produksi,
mutu hasil, ketahanan terhadap hama/penyakit dan/atau toleransi terhadap
lingkungan marginal.  Kita ketahui bersama bahwa penampakan dari suatu
karakter (fenotipe) ditentukan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan,
bahkan kadang-kadang ditentukan pula oleh interaksi antara genetik dan
lingkungan.  Oleh sebab itu, pemilihan tanaman yang didasarkan atas
fenotipa ini memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan, terutama bila
karakter tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yang dalam ilmu
pemuliaan tanaman disebut sebagai karakter yang memiliki heritabilitas
rendah. 

B      
Tujuan

Tujuan dari praktikum Kemajuan seleksi adalah untuk menduga kemajuan seleksi (selection
advence)
pada suatu populasi.

 

 

 

 

 

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

Pemuliaan tanaman dalam usha
menemukan suatu varietas unggul dapat dilakukan dengan beberapa jalan. Penemuan
tersebut dapat dilakukan dengan jalan:

1.      Introduksi

2.      Seleksi terhadap populasi yang ada

3.      Melakukan mutasi, persilangan dan mandul
jantan (Mursito, 2003)

Salah satu jalan tersebut
adalah seleksi, seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan tanaman baik secara
individu maupun populasi berdasarkan karakter target yang diinginkan untuk
diperbaiki.  Tujuan dari seleksi adalah untuk
memperbaiki proporsi karakter yang diinginkan pada populasi tanaman.
 
Misalnya bila kita menginginkan diperoleh tanaman yang berproduksi tinggi, maka
kita pilih tanaman yang berproduksi tinggi tersebut untuk dikembangkan pada
generasi berikutnya, sehingga dari generasi ke generasi akan
diperoleh peningkatan proporsi tanaman yang berproduksi tinggi. 
Begitu pula untuk karakter-karakter lain
yang diinginkan, misalnya tahan terhadap hama dan
penyakit, kandungan protein tinggi, memiliki aroma dan rasa enak, dan
lain-lain.  Kegiatan seleksi ini secara tidak disadari
telah berkembang sesuai dengan kemajuan dan peradaban manusia.
 

Hal ini dapat dimengerti
karena manusia pada hakekatnya menginginkan produk ekonomis, sehingga
sifat-sifat yang tidak menguntungkan akan dibuang atau
tidak dikembangkan lebih lanjut, sedangkan sifat yang dikehendaki akan
dipertahankan dan dikembangkan pada generasi-generasi berikutnya.  Pada akhirnya, tanaman dengan karakter-karakter yang diinginkan itu
berada pada populasi tanaman yang meluas, sementara sifat-sifat yang tidak
dikehendaki menjadi punah.
  Seleksi ini dapat
pula berlangsung secara alami, yang kita sebut sebagai seleksi alam.
 
Oleh sebab itu, seleksi dapat dikelompokkan menjadi seleksi
alam dan seleksi buatan.
  Seleksi alam merupakan
seleksi yang dipengaruhi oleh faktor alam dalam mengarahkan seleksi tersebut
yang umumnya bersifat acak, sedangkan seleksi buatan merupakan seleksi yang
sengaja dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan atau meningkatkan proporsi
karakter yang diinginkan berada pada populasi tanaman yang dikembangkan
(Widodo, 2003). Seleksi pada suatu tanaman merupakan penunjukkan suatu respek
fenotip suatu tanaman. Dalam pemuliaan tanaman seleksi yang diberlakukan
bertujuan agar terjadi suatu kestabilan sifat yang diinginkan berdasarkan suatu
korelasi dari sifat yang muncul yang berasal dari komponen genetika dalam
tanaman itu sendiri. (Nanda, 2000)

Seleksi buatan yang berada
dalam populasi memiliki statu pola yang umum. Pola umum respon yang ada
terhadap seleksi pada berbagai karakter spesies tanaman adalah :

1.      Perolehan awal yang cepat diikuti oleh
periode kemajuan lambat yang diperpanjang.

2.      Respon lambat, mantap dan berlanjut lama.

3.      Respon lambat yang menunjukan dalam
keadaan suatu datar.

4.      Respon sedikit atau tidak ada.

5.      Perolehan awal yang cepat, diikuti oleh
keadaan yang tetap datar selama seleksi tidak efektif diikuti periode lain dari
perolehan yang cepat, masih ada penonjolan dalam keadaan datar lainnya.
(Allard, 1988)

Program pemuliaan tanaman memiliki beberapa tujuan.
Seleksi merupakan jalan yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Hal penting dalam seleksi suatu tanaman adalah:

1.      Menambah kekuatan, menahan (menolak) hama
dan penyakit.

2.      Mengusahakan agar jangan mudah roboh

3.      Tahan terhadap iklim dan tanah yang
berlainan atau kurang baik.

4.      Memperpendek umur tanaman

5.      Mempertinggi kualitas hasil seperti :
menghasilkan bunga-bunga atau daun-daun yang lebih indah serta mengandung lebih
banyak bahan-bahan yang dikehendaki
.

Dalam seleksi dikenal dengan
istilah heritabilitas. Heritabilitas adalah perbandingan sifat genetik
dibanding sifat fenotipiknya. Menurut Whriter (1979) disitasi oleh Mursito
(2003) memperlihatkan kriteria nilai heritabilitas dalam arti luas mengikuti ketentuan
sebagai berikut:

1.     
H
< 0,20                   = heritablitas
rendah

2.     
0,20
< H < 0,50        = heritabilitas
sedang

3.      H > 0,50                   = heritabilitas tinggi

pendugaan kemajuan seleksi memerlukan informasi
besaran ragam fenotipik, di samping ragam aditif dan ragam dominan.

Ragam fenotipik merupakan
komponen dalam perhitungan pendugaan kemajuan seleksi yang berbanding terbalik
dengan kemajuan seleksi sehingga makin besar ragam fenotipik semakin kecil
kemajuan seleksi yang akan diperoleh. Heritabilitas suatu karakter merupakan
besaran yang menunjukkan karakter tersebut dapat diwariskan ke keturunannya,
yang merupakan porsi dari total keragaman fenotipe yang disebabkan oleh factor genetik.
Oleh karena itu, keberhasilan
seleksi dapat dicerminkan oleh besaran heritabilitas. (Sutoro, 2006)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. BAHAN DAN ALAT

 

A.    
Bahan

1.        
Kantong
A berisi kelompok biji kacang tanah ukuran besar

2.        
Kantong
B berisi kelompok biji kacang tanah ukuran kecil.

3.        
Kantong
C berisi kelompok biji kacang tanah campuran.

B.    
Alat

1.        
Timbangan
analitik

2.        
Alat
hitung (kalkulator)

3.        
Lembar
pengamatan

4.        
Alat
tulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. PROSEDUR KERJA

 

1.      Sebanyak 50 biji kacang tanah diambil dari
kantong A, B dan C

2.      Setiap biji yang terambil ditimbang dan
dicatat bobotnya

3.      Biji-biji yang telah ditimbang
dikembalikan lagi pada tempatnya

4.      Langkah 1 sampai 3 diulangi sebanyak 3
kali

5.      Nilai S dan R dihitung

6.      Dibuat grafik keragamannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. HASIL PENGAMATAN

 

A.     Kelompok Biji Ujuran Besar

 

Pengambilan 50 X (Po)

Pengambilan 30 X (P1)

U1

U2

U2

U1

U2

U3

Bobot

Bobot

Bobot

Bobo

Bobot

Bobot

0,2

2

0,2

0,2

0,2

0,2

0,2

0,3

6

0,3

11

0,3

10

0,3

3

0,3

1

0,3

4

0,4

21

0,4

18

0,4

17

0,4

13

0,4

12

0,4

19

0,5

18

0,5

17

0,5

18

0,5

12

0,5

15

0,5

6

0,6

1

0,6

3

0,6

4

0,6

2

0,6

0,6

0,7

7

0,7

1

0,7

1

0,7

0,7

2

0,7

1

0,432

0,430

0,438

0,443

0,467

0,416

 

S1 =  P11
– P01                                   R1
= H X S1

    = 0,443 – 0,432                        =
0,21 X 0,011

    = 0,011                                     = 0,00231

S2 =  P12
– P02                                   R2
= H X S2

     = 0,467 – 0,430                       = 0,21 X 0,037

     = 0,037                                   
= 0,0077

S3 = P13 – P03                                    R3
= H X S3

     = 0,416 – 0,438                       = 0,21 X (-0,022)

     = (-0,022)                                = (-0,00462            )                                  

\s

\s

\s

 

 

 

 

B.    
Kelompok Biji Kacang Tanah Ukuran Kecil

Pengambilan 50 X

Pengambilan 30 X

Ulangan 1

Ulangan 2

Ulangan 3

Ulangan 1

Ulangan 2

Ulangan 3

Bobot

Bobot

Bobot

Bobot

Bobot

Bobot

0,2

8

0,2

17

0,2

14

0,2

4

0,2

16

0,2

9

0,3

41

0,3

28

0,3

33

0,3

23

0,3

8

0,3

15

0,4

1

0,4

5

0,4

3

0,4

3

0,4

6

0,4

6

0,286

0,276

0,278

0,297

0,267

0,290

 

S1 =  P11
– P01                                   R1
= H X S1

    = 0,297 – 0,286                        = 0,21 X 0,011

    = 0,011                                    
= 0,00231

S2 =  P12
– P02                                   R2
= H X S2

     = 0,267 – 0,276                       = 0,21 X (-0,009)

     = (-0,009)                                = (-0,00189)

S3 = P13 – P03                                    R3
= H X S3

     = 0,290 – 0,278                       = 0,21 X 0,012      

     = 0,012                                   
= 0,00252

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\s

\s

\s

 

 

 

 

C.     Kelompok Biji Kacang Tanah Ukuran Campuran

 

Pengambilan 50 X

Pengambilan 30 X

Ulangan 1

Ulangan 2

Ulangan 3

Ulangan 1

Ulangan 2

Ulangan 3

Bobot

Bobot

Bobot

Bobot

Bobot

Bobot

0,2

4

0,2

2

0,2

1

0,2

0,2

0,2

0,3

14

0,3

18

0,3

13

0,3

7

0,3

9

0,3

12

0,4

13

0,4

8

0,4

13

0,4

6

0,4

10

0,4

9

0,5

13

0,5

12

0,5

12

0,5

10

0,5

10

0,5

7

0,6

6

0,6

10

0,6

11

0,6

7

0,6

1

0,6

2

0,406

0,420

0,438

0,457

0,410

0,397

 

 

S1 =  P11
– P01                                   R1
= H X S1

    = 0,457 – 0,420                        = 0,21 X 0,037

    = 0,037                                     = 0,00777

S2 =  P12
– P02                                   R2
= H X S2

     = 0,410 – 0,438                       = 0,21 X (-0,028)

     = (-0,028)                                = (-0,00588)

S3 = P13 – P03                                    R3
= H X S3

     = 0,397 – 0,457                       = 0,21 X (-0,065)

     = (-0,065)                                = (-0,00462            )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\s

\s

\s

 

 

 

VI. PEMBAHASAN

 

Seleksi dalam pemuliaan
tanaman merupakan salah satu tindakan untuk mencapai tujuan pemuliaan seperti
yang dekemukakan oleh Sunarto, 1997 yaitu untuk:

1.      Peningkatan produksi

2.      Peningkatan kualitas hasil

3.      Menciptakan verietas tahan Hama Penyakit
Tanaman

4.      Menciptakan verietas toleran lingkungan
rawan

5.      Menciptakan verietas yang sesuai dengan
mesin-mesin pertanian

Keberhasilan suatu seleksi tersebut bergantung
dari berbagai faktor terutama adalah kemampuan sumberdaya manusia dan ketepatan
alat ukur yang digunakan.

Proses melakukan seleksi
sangat bergantung pada keragaman yang diseleksi tersebut. Suatu seleksi akan
mudah dilakukan bila keragaman yang ada besar.

Praktikum kemajuan seleksi ini
mengukur seberapa besar kemajuan seleksi pada suatu populasi kedelai. Sifat
yang diamati dalam seleksi ini adalah bobot per biji yang merupakan suatu sifat
kuantitatif atau yang dapat diukur dan ditimbang. Pengamatan seleksi pada sifat
ini cukup sulit karena sifat kuantitatif cenderung dipengaruhi oleh banyak gen
sehingga keragaman yang ada kecil. Kecilnya keragaman pada sifat kualitatif
menyebabkan diperlukan ketelitian tinggi dalam melakukan seleksi.

Selain hal tersebut sifat
kualitatif juga cenderung memiliki heritabilitas yang rendah. Pada praktikum
ini ditetapkan bahwa heritabilitas pada bobot kedelai perbiji adalah 0,21.
heritabilitas sendiri adalah perbandingan relatif antara pengaruh sifat yang
dari genetik berbanding dengan sifat fenotip yang ada. Semakin tinggi nilai H
akan semakin tinggi nilai heritabilitasnya, m
enurut Whriter (1979) disitasi oleh Mursito (2003)
memperlihatkan kriteria nilai heritabilitas dalam arti luas mengikuti ketentuan
sebagai berikut:

1.     
H
< 0,20                   = heritabilitas
rendah

2.     
0,20
< H < 0,50        = heritabilitas
sedang

3.      H > 0,50                   = heritabilitas tinggi

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa nilai
heritabilitas yang ada pada populasi biji kedelai yang diamati adalah sedang.

Nilai R yang diperoleh
merupakan selisih dari populasi terpilih (P1) dikurangi populasi
awal (P0). Nilai R yang ada pada sistem seleksi akan berpengaruh
secara langsung terhadap kemajuan seleksi yang didapat. Ketika nilai S bernilai
negatif maka akan menyebabkan nilai kemajuan seleksi (R) akan neatif pula,
begitu pula sebaliknya. Nilai R yang negatif akan menunjukkan nilai kemajuan seleksi
yang semakin kecil yang berarti keragaman aditifnya kecil pula.

Setelah didapat nilai S dan H
maka kemajuan populasi dari populasi tersebut. Nilai kemajuan seleksi setiap
ulangan dapat berbeda, hal itu tergantung kondisi dan situasi proses seleksi yang
dilakukan seperti:

1.      Pengambilan yang tidak homogen

2.      Ketidak telitian pengamat dalam mengukur
dan menilai

3.      Ketidak ahlian pengamat dalam melakukan
seleksi

4.      Kondisi lingkungan seperti angin dan
tekanan udara yang dapat merubah ketepatan nilai alat ukur

5.      Kondisi alat ukur.

Hasil pengamatan yang diperoleh dari pengambilan
50 kali dan 30 kali dengan ulangan tiga kali dan dilakukan pada kantong kedelai
besar, kecil dan campuran diperoleh nilai kemajuan seleksi (R) sebagai berikut:

Ulangan

R pada kantong kedelai besar

R pada kantong kedelai kecil

R pada kantong kedelai campuran

U1

U2

U3

0,00231

0,0077

(-0,00462)

0,00231

(-0,00189)

0,00252

0,00777

(-0,00588)

(-0,01365)

Nilai-nilai R tersebut dapat menunjukkan nilai
dari kemajuan seleksi yang diperoleh tiap ulangan. Dari nilai-nialai tersebut
diperlihatkan beberapa nilai kemajuan seleksi yang tinggi dan nilai kemajuan seleksi
yang rendah. Tingginya nilai kemajuan seleksi merupakan suatu perwujudan dari
besarnya nilai keragaman aditif pada suatu populasi. Keragamman aditif sendiri
merupakan koponen yang diperlukan untuk seleksi yang berulang (Sutoro, 2006)

Selain nilai R, H dan S yang
didapat dalam pendugaan nilai kemajuan seleksi juga didapat grafik yang
menunjukkan nilai bobot dan frekuensi (jumlah) yang diperoleh. Dari grafik
tersebut dapat terlihat posisi grafik dari pengambilan kedelai sebanyak 50
rata-rata berada di atas dari pengambilan 30. Grafik  secara umum akn berbentuk kuadratik. Semakin
bentuk grafik kuadratik semakin besar nilai kemajuan seleksinya. Adanya grafik
yang saling menumpuk memperlihatkan adanya kondisi stuck atau berhentinya suatu keragaman seleksi pada penilaian
seleksi tersebut. Berhentinya seleksi tersebut dapat berarti bahwa keragaman
pada seleksi terpilih dan awal adalah sama pada sifat tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII. SIMPULAN DAN SARAN

 

A.          
Simpulan

 

1.           
kemajuan seleksi suatu populasi akan
dipengaruhi oleh nilai Heritabilitas (H) dan nilai S

2.           
Nilai R yang ada pada sistem seleksi akan
berpengaruh secara langsung terhadap kemajuan seleksi yang didapat

3.           
Heritabilitas adalah perbandingan relatif
antara pengaruh sifat yang dari genetik berbanding dengan sifat fenotip yang
ada.

4.           
Semakin tinggi nilai H akan semakin tinggi
nilai heritabilitasnya

5.           
Tingginya nilai kemajuan seleksi merupakan
suatu perwujudan dari besarnya nilai keragaman aditif pada suatu populasi

6.           
semakin tinggi nilai kemajuan seleksi semakin
tinggi nilai keragaman aditifnya

B.          
Saran

 

Sebaiknya
ada juga seleksi untuk sifat kualitatif yang lebih mudah dicermati dalam
menduga nilai kemajuan seleksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Allard,
R.W. 1988. Pemuliaan Tanaman. Bina
Aksara, Jakarta. 336 halaman.

 

Mursito,
Djoko. 2003. Heritabilitas dan Sidik Lintas Karakter Fenotipik Beberapa Galur
Kedelai (Glycine Max. (L.) Merrill).
Agrosains
6(2):58-63

 

Nanda,
Jata S. 2000. Rice Breeding and Genetics.
Science Publisher, Inc: Plymouth 382 halaman.

 

Sunarto.
1997. Pemuliaan Tanaman. IKIP
Semarang Press, Semarang. 52 halaman.

 

Sutoro,
dkk. 2006. Parameter Genetik Jagung
Populasi Bisma pada Pemupukan Berbeda. I. Ragam Aditif-Dominan Bobot Biji
Jagung. Jurnal AgroBiogen

2(2):60-67

 

Widodo,
Imam. 2003. Penggunaan Marka Molekuler
Pada Seleksi Tanaman.
(On-line).
http://tumoutou.net/702_07134/imam_widodo_files/filelist.xml. Diakses pada 28 Mei 2008-05-30

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: